Minggu, 24 Juli 2016

Pentas Sastra

(Pentas Sastra di SMAN 2 Kota Serang, Banten. Fotografer: Wahyu Arya)

Tumbuhkan Apresiasi Sastra, SMAN 2 Gelar Pentas Sastra: Courtesy: http://www.bantennews.co.id/tumbuhkan-apresiasi-sastra-sman-2-gelar-pentas-sastra

SERANG – SMA Negeri 2 Kota Serang menggelar acara Pentas Sastra, Sabtu (23/7/2016). Acara ini merupakan hasil pelatihan Bengkel Sastra yang dimotori oleh Komunitas Perubahan Budaya (Kubah Budaya) selama tiga bulan lalu. Pentas siswa kali ini antara lain diisi dengan pembacaan puisi, musikalisasi puisi, pembacaan cerpen dan sebagainya. Karya yang dibacakan merupakan hasil karya siswa setelah mengikuti rangkaian kegiatan Bengkel Puisi. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Iis Mugisah menyambut baik kegiatan tersebut. Namun demikian, Iis mengakui, antusiasme siswa di sekolahnya masih lemah terhadap sastra.

“Pada saat kegiatan ini siswa tidak mengikuti dengan keseriusan, makanya ada yang ikut ada juga yang tidak ikut. Setiap pertemuan menyusut. Awalnya banyak siswa sampai tersisa tujuh orang,” kata Iis sebelum pentas dimulai di Aula SMA Negeri 2 Kota Serang, Sabtu (23/7/2016). Iis berharap, kedepan kegiatan ini bisa diikuti oleh banyak peserta di sekolahnya. Hal senada disampaikan oleh Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten Muhammad Lutfi Baihaqi. Lutfi mengatakan minat siswa terhadap karya sastra masih dinilai rendah. Ini dapat dilihat dari minat baca siswa terhadap karya sastra. Akibatnya, kemampuan menulis siswa menjadi tumpul karena tidak diasah secara berkala.

“Berapa karya sastra yang sudah dibaca adik-adik? Kita prihatin dengan kondisi (keterbacaan) ini,” kata Kepala Kantor Bahasa Banten Muhammad Lutfi Baihaqi. Untuk menumbuhkan minat dalam apresiasi sastra, lanjut Lutfi, Kantor Bahasa Provinsi Banten memfasilitasi siswa untuk mengikuti acara Bengkel Sastra. Selain itu Kantor Bahasa Banten juga menyediakan ruang seperti Majalah Kandaga. Sebuah majalah sastra yang terbit per empat bulan. “Di dalamnya, bisa menampung karya siswa. Jadi silahkan bagi siswa untuk mengirimkan karyanya. Kami berharap hasil pentas ini siswa mencintai sastra dan menghargai sastra,” tuturnya.

Ditegaskan oleh Lutfi, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sastra. “Kita ingin apresiasi siswa tetap tinggi,” kata dia. Pelaksana Kegiatan Dody Kristianto menjelaskan bahwa kegiatan tersebut untuk mengasah kemampuan siswa dalam menulis sastra. Diantara siswa yang mengikuti program ini sudah menelurkan karya sastra yang dimuat di media lokal Banten. “Sudah ada juga yang dimuat di Banten Muda. Terlihat bahwa sekolah ini punya prestasi. Selama siswa punya kemauan, mereka punya kemampuan untuk berkarya,” kata Dody. (You/Red


Senin, 20 Juni 2016